Sabtu, 13 Agustus 2011

Bahagia

Seorang lelaki yang merasa hidupnya tidak bahagia mengadu pada Tuhan, meminta kebahagiaan. Tuhan kemudian mengutus malaikat untuk menemuinya. Malaikat itu datang kepadanyadan berkata, "Doamu dikabulkan. Silahkan meminta 3 hal yang akan membuatmu bahagia."
Lelaki itu amat gembira. Ia merasa salah satu yang membuatnya tak bahagia adalah istrinya yang amat cerewet.

 "Hai orang tua, dapatkah engkau mencabut nyawa istriku?" ujarnya.
Permintaannya terkabul. Keesokan harinya istrinya meninggal dunia.
Maka pada hari itu para tetangga, kerabat dan handai taulan berkumpul di rumahnya. Mereka amat sedih kehilangan orang yang amat baik itu.Mereka pun saling menceritakan kenangan mereka yang manis mengenai si istri.
"Orang baik seperti dia memang cepat dipanggil Tuhan. kata mereka.
Mendengar perkataan itu lelaki ini menjadi panik. Ia sadar telah salah mengambil keputusan. Secepat kilat ia berlari menemui si malaikat.

"Hai orang tua, hidupkan kembali istriku. Ia ternyata orang yang baik." ujarnya.
Kembalinya sang istri ternyata tak juga membuatnya bahagia. Ia merasa telah menyia-nyiakan dua kesempatan yang telah diberikan Tuhan. Sekarang ia tinggal memiliki satu kesempatan, karena itu ia tak boleh bertindak gegabah. Ia pun bertanya kepada teman-temannya, mengenai apa yang dapat membuatnya bahagia.
Sebagian temannya menjawab uang, sebagian lagi menjawab istri muda yang cantik. Ada juga yang mengatakan jabatan dan kekuasaan. Ini membuatnya terombang-ambing dalam kebingungan.
Sampai beberapa tahun kemudian, lelaki ini masih belum memutuskan mana yang terbaik bagi dirinya. Suatu hari si malaikat datang menemuinya.

"Aku masih memiliki hutang kepadamu. Silahkan kau minta satu permintaan lagi." katanya.
"Aku bingung wahai orang tua, tolong berikan petunjuk kepadaku." ujar si lelaki.
"Baiklah." kata malaikat dengan lembut. "Agar engkau senantiasa bahagia, mintalah kepada Tuhan hati yang penuh syukur."

2 komentar: